Tak ada judul
Kenapa akhir-akhir ini suka posting renungan dan puisi, bukan karena tidak ada bahan yang akan di posting, tapi semua postingan itu begitu mengena di hati saya, dan jadi bahan renungan sendiri supaya lebih bersyukur dan tidak ngampang mengeluh.
Saya akhir-akhir ini sangat mudah di intimidasi dan prinsip-prinsip hidup yang mulai goyah...idealisme yang dulu saya agung-agungkan seperti terkikis oleh zaman.Ditambah suasana sekitar sudah sangat memanas, tidak hanya pemanasan global tapi aura orang-orang di sekitar mulai beringgas. Tak ada lagi kelembutan dan sopan santun seperti dulu kala, dan suka menuduh dengan gampang tanpa perasaan.
Ah..apakah ini pelajaran lain dalam hidup ini? Bahwa setiap orang bisa berubah, secepat kilat membelah di angkasa?
Si cunpret
Dimana semua orang menikmati libur panjang, si cunpret ini masih aja ngendon di sini...jadi penghuni setia ruangan yang gelap dan masih sibuk ketak-ketik ,ngawasin data yang di donlod dr system.
Ya..sudah lah...toh si cungpret hanya the only one person yang bisa di limpahkan semua beban, bak keranjang sampah menampung semua kerjaan.Tapi masalah benefit jangan di tanya..tak ada tambahan sama sekali...ini ibarat kerjaan thank u, loyalitas belaka....
Sudah ah..si cunpret mau makan dulu.Laper....
Labels: ringgan
Antara Cinta,Kekayaan dan Kesuksesan

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.
Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.
Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.
" Pria berjenggot itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."
"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai suami mu kembali," kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi.
Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu iaberkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama, " kata pria itu hampir bersamaan.
"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seorang pria ituberkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan",sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.
"Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran.
"Ho ho... menyenangkan sekali.
Baiklah, kalaubegitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam.
Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untukmembantu keberhasilan panen gandum kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
"Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam?
Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta."
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.
"Baiklah, ajak masuksi Cinta ini ke dalam.
Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."
Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.
"Siapa di antara Anda yang bernama Cinta?
Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.
Ohho.. ternyata, kedua pria berjenggot lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
"Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.
"Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun,karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di sana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat.
Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan saat kami menjalani hidup ini.

*Cerita dikirim oleh seseorang
Labels: Renungan
Hip..Hip...hurray
Iseng-iseng nyoba log in di kantor krn bete nungguin hasil donlod data....akhirnya bisa juga buka blogspot...Hi...hi....
Tapi nggak tau nich hanya sementara ato ya sementara aja.
Buru-buru ah posting mumpung bisa connect...
lagian kan sekarang lagi istrahat.